Headlines

Mari Mendongeng

Posted by Warung Coklat Manis | Rabu, 16 April 2014 | Posted in , , ,



 "Sebagai sebuah ketrampilan, penguasaannya tidak cukup hanya dengan memahami ilmunya secara teoritis saja. Yang lebih penting dari itu adalah keberanian dan ketekunan dalam mencobanya secara langsung. Ketrampilan teknis bercerita hanya dapat dikembangkan melalui latihan dan pengalaman praktik bercerita."

Dongeng adalah cerita, tetapi cerita belum tentu dongeng. Mendongeng bukanlah semata-mata untuk menghibur saja atau membanyol dihadapan anak-anak agar terkekeh-kekeh. Karena jika hal demikian yang terjadi termasuk interpolasi (penyisipan) yang berlebihan dan keluar dari konteks pendidikan. Seharusnya mendongeng merupakan upaya menanamkan nilai luhur dan kokoh yang harus terus hidup dalam jiwa anak-anak.

“Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al-Qur’an ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan) nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui.” (QS. Yusuf : 3 )

Bercerita adalah metode komunikasi universal yang sangat berpengaruh kepada jiwa manusia. Allah mendidik jiwa manusia menuju keimanan dan kebersihan rohani dengan mengajak manusia berpikir dan merenung, menghayati, dan meresapi pesan-pesan moral yang terdapat dalam firman-Nya.

Mengapa mendongeng ?

Lihatlah dalam Al-Qur’an selalu terdapat kisah-kisah sebagai ilustrasi bagaimana menjalani hidup ini dengan lurus dan benar yang dapat kita jadikan sebagai cermin kehidupan.
Karena bercerita memiliki beberapa fungsi yang amat penting, yaitu :
1.      Membangun kontak batin
Membangun kontak batin sering kali lebih efektif apabila dilakukan melalui cerita.
2.       Media penyampaian pesan/nilai agama
Menyampaikan nilai moral dan agama melalui cerita biasanya lebih nyaman didengarkan oleh anak-anak. Secara otomatis pesan-pesan moral dan agama yang kita selipkan akan didengarkan anak dengan senang hati pula. 
3.       Pendidikan imajinasi
Untuk merangsang imajinasi dan memperkaya daya fantasinya, kita dapat melakukan secara efektif dengan bantuan bercerita.
4.       Pendidikan emosi
Melalui cerita emosi anak dapat dilatih untuk merasakan dan menghayati berbagai lakon kehidupan manusia.
5.       Membantu proses identifikasi diri/perbuatan
Melalui cerita, anak-anak akan mudah memahami sifat-sifat, figur-figur, dan perbuatan mana yang baik, dan sebaliknya. Bercerita dapat berperan sebagai proses pembentukan watak seorang anak.
6.       Memperkaya pengalaman batin
Dengan mendengarkan cerita, pengalaman batin akan lebih kaya dan ini akan sangat membantu kematangan jiwanya.
7.       Hiburan dan penarik perhatian
Bercerita merupakan sarana hiburan yang murah meriah. Selain itu, apabila kegiatan tambah menjenuhkan bercerita dapat dimanfaatkan untuk menarik perhatian anak-anak yang mulai kurang aktif.
8.       Merekayasa watak/karakter
Dengan cerita dimaksudkan terjadi proses yang terus menerus untuk menanamkan dan menyadarkan tauhidnya melalui pendekatan ruhaniah. Sehingga ruhaniah tersebut yang akan menguasai hati, memberikan pengaruh kepada pikiran, dan memerintahkan anggota badan dengan mengendalikan yang baik. Membentuk menjadi kebiasaan sehingga menjadi karakter.

Terampil Bercerita

Ketrampilan dalam bercerita, baik dalam olah vokal, olah gerak, bahasa, dan komunikasi serta ekspresi perlu dikuasai pembawa cerita.

Selain itu, penyajian cerita yang harus dikombinasikan secara proporsional adalah sebagai berikut :  narasi, dialog, ekspresi, visualisasi gerak/peragaan (akting), ilustrasi suara, baik suara lazim maupun suara tak lazim, media/alat peraga, teknis ilustrasi lainnya : misalnya lagu, permainan, musik, dan sebagainya.

Sebagai sebuah ketrampilan, penguasaannya tidak cukup hanya dengan memahami ilmunya secara teoritis saja. Yang lebih penting dari itu adalah keberanian dan ketekunan dalam mencobanya secara langsung. Ketrampilan teknis bercerita hanya dapat dikembangkan melalui latihan dan pengalaman praktik bercerita.

Pentingnya mengetahui penyaluran pengetahuan kepada anak-anak dengan bercerita adalah hal-hal yang perlu dipelajari dan dikuasai dalam membangun generasi rabbani pada jiwa anak-anak. Selain lebih efektif dan mudah terserap, bercerita menjadi sarana untuk memengaruhi jiwa anak-anak. Oleh karena demikian ketrampilan ini perlu terus dilatih, diasah, dan dikembangkan bagi kaum pembelajar. Mendongeng Seru! (Dz)

*dari berbagai sumber

Bersabarlah di Jalan Dakwah

Posted by Warung Coklat Manis | | Posted in , , , , ,



“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhaiNya untuk mereka dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa . Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku” (Q.S. An-Nur: 55)

Jalan dakwah yang penuh aral melintang serta onak duri senantiasa digaungkan, lantas mungkin pertanyaaan kita apakah menjadi seorang yang memilih jalan dakwah sebagai tujuan hidupnya akan terus menghadapi pukulan dan merasakan penyiksaan tanpa mengadakan perlawanan ?
Ada baiknya kita membuka kembali lembar Sirah Nabawiyah. Rasulullah SAW dan kaum Muslimin yang menyertainya pernah mengalami penyiksaan dan gangguan yang menyakitkan dari kaum Musyrikin di Makkah. Pada suatu hari Rasulullah SAW melewati keluarga Yasir yang sedang berjuang menghadapi pedihnya penyiksaan, kemudian Rasulullah SAW berpesan kepada mereka :
“ Bersabarlah, wahai keluarga Yasir! Sesungguhnya janjimu adalah sorga”
(Diriwayatkan oleh Al-Hakim)

Mereka telah bersabar sehingga Yasir dan istrinya Sumaiyah, syahid di bawah cambukan penyiksaan.
Rasulullah SAW, belum pernah memerintahkan kepada seorangpun dari kaum Muslimin agar membalas penyiksaan dengan kekuatan yang ada saat itu. Sebab, usaha apa pun yang serupa dengan perlakuan tersebut tidak dapat menghentikan permusuhan, bahkan akan menambah kekejamannya dan membuat mereka semakin garang dalam memusnahkan kaum Muslimin yang masih sedikit.

Dan ketika penyiksaan dirasakan teramat memberatkan sebagian kaum Muslimin, maka salah seorang dari mereka berkata kepada Rasulullah SAW : “Tidakkah engkau sudi memintakan pertolongan untuk kami? “ Maka wajah Rasulullah SAW senantiasa berubah menahan kemarahan, seraya bersabda : “Sesungguhnya orang-orang sebelum kamu ada yang dimasukan ke dalam lubang lalu dibelah dengan gergaji, sehingga terkelupaslah daging dan tulangnya. Semua itu tidak memalingkan mereka dari agama mereka.” Kemudian Rasulullah SAW memberikan berita gembira kepada mereka bahwa pada akhirrnya Islamlah yang akan menang, lalu Rasulullah SAW bersabda : “Tetapi kalian tergesa-gesa”.

Sesudah hijrah dan pada awal terbentuknya basis dakwah bagi kaum Muslimin, kita dapati bahwa Rasulullah SAW tidak pernah berpikir untuk menghadapi kaum Musyrikin dengan kekuatan. Ketika keluar ke Badar, yang dituju Rasulullah SAW adalah kafilah perdagangan; bukan perang. Tetapi Allah menghendaki terjadinya peperangan dengan pengetahuan dan Taqdir-Nya. Maka serta merta Rasulullah berdiri di bawah kendaraannya seraya memanjatkan do’a kepada Rabb-nya sampai selendangnya terjatuh dari kedua pundaknya :

“ Ya Allah, jika jama’ah ini kalah maka Engkau tidak akan lagi disembah di muka bumi.”

Do’a ini berarti bahwa Rasulullah SAW, sesuai dengan perhitungannya sebagai manusia masih mengkhawatirkan kekalahan kaum Mukminin yang masih sedikit di dalam peperangan itu, sehingga dapat menggakibatkan terhentinya perjalanan dakwah. Tetapi dalam perhitungan Allah justru mengakibatkan kemenangan bagi kaum Mukminin dan kekalahan yang memalukan bagi musuh-musuh Allah.

Fitnah dan Tuduhan Palsu Musuh-musuh Allah

Para musuh Allah, dalam memerangi dakwah Allah, pasti akan menyuguhkan tuduhan-tuduhan palsu kepada masyarakat atau opini umum. Tuduhan-tuduhan ini biasanya dilontarkan oleh sistem yang sedang berkuasa di suatu negeri dan kroni-kroni yang berusaha menghancurkan pergerakan Islam. Tuduhan ini yang akan terus dijadikan dalih dihadapan rakyat untuk memukul dan menghancurkan mereka dengan tuduhan yang diulang-ulang.

“Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan.” (Ar-Ra’d : 17)

Jika seorang yang telah menceburkan diri di jalan dakwah ini memiliki ambisi duniawi dan menjadikan agama sebagai kedok memenangkan tujuan politik semata, lalu mengapa mereka tetap bertahan berjalan di atas jalan ini kendatipun harus menghadapi berbagai penderitaan dalam bentuk fitnah, pemenjaraan, penyiksaan, pengusiran, perampasan, bahkan pembunuhan, dan lain sebagainya.

Belumkah mereka tersadar bahwa cara mereka itu (menjadikan agama sebagai tameng untuk tujuan duniawi) tidak mendatangkan keuntungan duniawi, tetapi justru menghadapkan mereka pada berbagai ujian, penderitaan, dan kerugian duniawi ? Jika memang demikian, maka mereka harus menempuh cara dan jalan lain, yaitu jalan orang-orang yang telah berhasil mendapatkan keuntungan duniawi dengan mudah tanpa menghadapi rintangan yang pernah dihadapi orang-orang terdahulu sebagaiman dilakukan oleh partai-partai politik sekuler.

Ini tidak berarti bahwa para penggiat dakwah adalah orang-orang yang terbebas (ma’shum) dari kesalahan. Tetapi harus dibedakan kesalahan yang bersifat individual yang tidak dapat dihindari terjadinya oleh Jama’ah atau gerakan manapun, bahkan Jama’ah pertama dimasa Rasulullah SAW. Sebagian orang yang tidak segan-segan, menuding qiyadah sebagai biang terjadinya tribulasi dan pukulan akibat kesalahan-kesalahan yang dilakukannya. Padahal pandangan yang seperti demikian adalah amat keliru dan tidak dapat diterima.

“Sifat keberanian tidak akan muncul kecuali dengan kesabaran, ketekunan, kesungguhan, dan amal usaha yang terus menerus. Barangsiapa diantara kalian yang ingin cepat memetik buah sebelum matang, atau memetik bunga sebelum waktunya, maka aku tidak bersamanya sama sekali dan sebaiknya ia meninggalkan dakwah ini. Barangsiapa bersabar bersamaku, hingga benih itu berkembang tumbuh menjadi pohon yang besar, berbuah sampai tiba saatnya untuk dipetik, maka ganjarannya terserah pada Allah semata. Kita dan dia tidak akan terlepas dari dua kebaikan ini, menang dan berkuasa atau mati syahid dan kebahagiaan.

Sesungguhnya jika kamu mencari ridho Allah dan ganjaran dari-Nya pasti kamu dapatkan selama kamu ikhlas. Allah tidak akan membebani kamu untuk memetik buah amal usaha. Tetapi, Dia membebani kebenaran niat dan kebaikan persiapan (usaha). Mungkin kita salah. Lalu, mendapat ganjaran sebagai orang yang beramal dan berijtihad. Atau kita benar, lalu mendapatkan ganjaran orang-orang yang memperoleh kemenangan dan kebenaran.“ (Syahid Hasan Al-Banna)

Tidak ada pilihan lain, kecuali tetap bekerja, tetap melakukan yang terbaik, tetap melayani, tetap mengajarkan, tetap berkonsisten pada karya untuk amal-amal terbaik ini. Hingga kemenangan dan ambisi untuk mendapatkan ridha Allah, ni’mat Allah, sorga Allah, ampunan Allah, rahmat Allah dan keselamatan dari api neraka yang hanya menjadi cita-cita bagi orang-orang yang menyambut seruan Allah dalam kondisi berdiri, berbaring, maupun terpejam sekalipun. WaAllahualam

*dari berbagai sumber

Cinta, Pondasi, dan Kekuatan Membangun Keluarga Muslim

Posted by Warung Coklat Manis | Selasa, 08 April 2014 | Posted in , , ,

www.google.com
“Cinta adalah makhluk yang paling lemah sekaligus paling kuat. Cinta bersembunyi dibalik kilas pandang mata yang cukup menggoda, saat terjadi getaran ringan karena nyanyian yang cukup menggelora. Pada saat sebuah senyuman mengembang peunuh pesona dari balik bibir yang indah. Kemudian ia menampakkan dirinya dalam keadaan telah besar dan berkuasa. Ia bisa membangun kehidupan, sekaligus bisa menghancurkannya.”

Bagi banyak orang, cinta bukan untuk dipikirkan tapi untuk diselami dengan cara yang sederhana. Cinta adalah hal termudah dalam kehidupan dunia ini. Anda tidak perlu belajar cinta, cukup jatuh cinta saja begitu cukup. Cinta tidak butuh instruktur. Bila anda sudah bisa berjalan di atas konsep yang benar dan memainkannya secara tepat, anda akan bisa menikmati keindahan cinta.

Islam mengajak kita untuk bisa menikmati kehidupan duniawi seluas-luasnya. Melakukan apa yang menjadi kesenangan kita. Namun, semua dilakukan sesuai tatanan dan konsep yang direkomendasikan oleh syariat Islam. Cinta sejati sesungguhnya sebuah penghargaan yang diberikan Allah kepada orang-orang yang berhasil melewati perangkap-perangkap kemaksiatan dan kenistaan dengan kedok cinta. Adapun orang-orang yang lalai dan terpedaya – baik sadar atau tidak – akan masuk dalam ruang cinta dan berusaha untuk mendapatkan kenikmatan yang tidak halal, dengan mengatasnamakan cinta. 

Sungguh Allah telah menciptakan jiwa kita dalam keadaan suci, bebas dari noda. Hingga tiba pada suatu saat kita melakukan perbuatan dosa dan masuk dalam lubang kenistaan. Sayap-sayap cinta itu pun akhirnya tidak cukup kuat untuk membawa kita kembali naik ke atas. Maka yang terjadi selanjutnya adalah hati kita terkungkung dalam penjara indrawi dan kenikmatan sesaat. Tidak bisa menikmati keindahan cinta sejati yang membebaskan. Cinta terkendali adalah yang mampu kita beri batasan langkahnya, bukannya cinta yang membawa diri kita bagaikan binatang menuju ke dalam jurang kenistaan.

Bagi orang-orang yang hanya mengejar kenikmatan seksual dan hawa nafsunya, tak ada yang lebih dirindukan selain terpenuhinya kepentingan diri sendiri. Mereka hidup dengan mengagung-agungkan nafsu syahwat. Sedang kekasih mereka, tak lebih dari sekedar alat dan sarana pemenuhan nafsu saja. Tak ada gunanya bicara soal cinta dengan mereka, karena mereka cuma memperturutkan diri dan kesenangan seksual semata. Kesenangan yang selalu hadir dalam khayalan mereka, dengan mengatasnamakan cinta.

Seorang aktivis dakwah pernah mengatakan “ Cinta adalah makhluk yang paling lemah sekaligus paling kuat. Cinta bersembunyi dibalik kilas pandang mata yang cukup menggoda, saat terjadi getaran ringan karena nyanyian yang cukup menggelora. Pada saat sebuah senyuman mengembang peunuh pesona dari balik bibir yang indah. Kemudian ia menampakkan dirinya dalam keadaan telah besar dan berkuasa. Ia bisa membangun kehidupan, sekaligus bisa menghancurkannya.”

Boleh jadi, pembahasan cinta dengan nasehat adalah sebuah perintah untuk menjaga kehormatan. Sedang kaum muda sekarang jarang sekali mau mendengarkan, karena kita tidak bisa belajar menjaga kehormatan dengan hanya mendengarkan ceramah. Kita tidak akan menjadi orang yang mulia dan bermoral, hanya dengan berbicara tentang kemuliaan dan moralitas. Pengetahuan yang dilandasi oleh kesadaran, pengertian, dan pemahaman terhadap teori serta merealisasikannya dalam kehidupan sehari-hari, akan mampu memberi perlawanan dan perlindungan terhadap jeratan fitnah. Selain itu juga akan membawa kita jauh dari siksa dan murka Allah, menuju kenikmatan ridha-Nya serta cinta-Nya. 

Dengan demikian, cinta akan menjadi sebuah latihan bersama dalam menjaga kehormatan diri. Pelaksanaannya, adalah menjalankan hak dan kewajiban masing-masing serta menyadari adanya bahaya yang mengancam para pemuda dan pemudi. Seluruh masyarakatdengan elemen strata sosialnya punya tanggung jawab besar, yang mengharuskan mereka segera membuka pintu kehalalan lebar-lebar. Ini bisa dilakukan dengan cara meninggalkan segala macam konsep dan jeratan materi, yang meninabobokan kehidupan kaum muda kita. Sampai akhirnya semua itu menghalangi mereka untuk melangkah menuju pernikahan.

Dengan Cinta Membangun Keluarga Muslim

 “Diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya. Dan dijadikan-Nya diantara kamu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Rum : 21)

Setiap makhluk ciptaan Allah cenderung saling mencintai lawan jenisnya. Wanita membutuhkan pria dan sebaliknya. Masing-masing diperlukan untuk mencurahkan segala cita-cita, harapan, ketenangan, cinta kasih, dan sebagainya. Hubungan yang kuat antara wanita dan pria sulit diungkapkan namun AL-Qur’an telah mengungkapkan dengan indahnya : “..mereka itu adalah pakaian bagimu. Sebaliknya kamu pun adalah pakaian bagi mereka..”(QS. Al-Baqarah : 187)

Pakaian adalah penutup dan pelindung tubuh. Dengan demikian pula hubungan suami-istri yang harus saling melindungi, menjadi bagian dari masing-masing pihak, pancaran dan prinsip pembentukan manusia sekaligus pembentukan alam semesta ini. 

“Mahasuci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan diri mereka, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.” (QS. Yasin: 36)

Investasi memilih pasangan yang baik yakni akhlaq dan agamanya yang utama. “Ketahuilah, bahwa yang seburuk-buruk pergaulan adalah bergaul dengan orang yang tak percaya kepada yaumil hisab. Dan sejahat-jahatnya akhlaq adalah bertakaburan sifatnya Iblis, hawa nafsu Adam, dan kedengkian Kabil. Yang demikian adalah pokok dari maksiat.”

Perhatikanlah tatkala lukman berkata kepada anaknya yang sedang Ia beri didikan. “Hai, anakku janganlah engkau menyekutukan Tuhan. Sesungguhnya syirik itu ialah sebesar-besarnya kezhaliman.”

“Dan kami wasiatkan kepada manusia yang dikandung oleh ibunya dengan menderita kepayahan yang sangat sambil memelihara serta melatihnya dalam masa dua tahun. Berhubung dengan kewajiban terhadap ibu dan bapaknya itu. Bersyukurlah kepadaku dan kepada kedua ibu dan bapakmu.”

Jika ada yang bertanya, apakah dasar untuk pendidikan terbaik yang harus diberikan? Maka sudahkah tentu jawabannya adalah dasar pendidikan yang harus menjadi pondasi yakni ilmu Tauhid, yang tersimpul dalam dua kalimat syahadat. Tauhid yang menjadi pokok dari kemerdekaan, karena tujuan pendidikan adalah mendidik anak-anak agar tersimpan dalam kalam Allah. Supaya anak-anak kami itu dapat memenuhi kewajiban-kewajiban yang perlu mencapai tingkat hamba Allah, yakni setinggi-tinggi derajat yang menjadi tujuan bagi tiap-tiap manusia yang menjadi hamba.

“Tidak aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku”.

Dengan tetap memperhatikan tujuan-tujuan keluarga muslim yang berpengaruh pada majunya sebuah peradaban. Yakni mendidik generasi yang memiliki karakter islam, menjaga adab islam dalam keluarga, mendorong anak yang telah dibekali dengan akhlak islam untuk aktif dalam kegiatan masyarakat, mengarahkan anak untuk dapat berprestasi, mengarahkan anak untuk dapat berdakwah kepada Allah SWT, membina hubungan baik antar keluarga muslim. Agar tetap tertanam dan menguatkan pancangannya sebagai keluarga yang akan menjadi pilar kokoh tumpuan berdirinya bangsa yang berperadaban. WaAllahu'alam (Dz)

*dari berbagai sumber

THE RAID 2: BERANDAL

Posted by zulfah | Minggu, 06 April 2014 | Posted in , ,

Selamat datang di ‘Dunia’ The Raid, the world that full of blood, violent and obviously... fight!. Setidaknya itu yang saya dengar dari seseorang di bangku bioskop seperlemparan batu dari tepat saya duduk. Sebagai penikmat film yang mengikuti cerita ini dari seri pertamanya saya tidak kaget lagi dengan muncratan darah, bunyi tulang yang bergeser bahkan patah di film ini. Maka tanpa banyak kalam saya akan paparkan apa yang saya lihat dan perbandingannya dengan film pertama. 

Gareth Evans sang sutradara agaknya masih ingin mengetengahkan aksi laga yang panjang dan beruntun daripada berdialog-ria penuh makna. Ini terlihat sekali dari percakapan para pemainnya yang terkesan buru-buru, mungkin dia bermaksud untuk mevisualisasikan situasi genting dan berpacu dengan waktu sehingga kadang seseorang akan berbicara sekenanya tanpa memperhatikan ejaan yang benar. 
Cerita berselang dua jam setelah peristiwa di The Raid 1, dimana Rama (Iko Uwais) kembali dihadapkan dengan pilihan sulit dan ‘Mission Impossible’ yang harus dilakoninya untuk menumpas kejahatan di Kota ‘Ini’ (which is Jakarta, in my opinion). Twist semakin kompleks dan banyak terjadi perluasan karakter dan intrik, nilai tambah juga muncul dari Arifin Putra yang tampil brilian memerankan sosok anak mafia bernama Uco, salahsatu alasan mengapa penonton wanita masih rela duduk di bangku bioskop jika saya boleh berpendapat, kemunculan comical Villains semacam Hammer Girl (Julia Estelle), The Assasin (Cecep Arif Rahman) serta Baseball Bat man (Very Tri Yulisman) mengingatkan kita akan film Kill Bill yang dibintangi oleh Emma Thurman beberapa tahun silam.

Ini film sadis? Tunggu dulu, jangan terlalu cepat menilai sebuah film itu sadis hanya karena di dalam film itu ada adegan bunuh-bunuhan. It’s just a movie for god sake! sudah menonton seri pertamanya? Yang kita lihat bukan hanya sekedar pukul-pukulan, ada pencak silat... ya! salahsatu dari beragam seni bela diri khas indonesia yang dibawa dan diperkenalkan kepada dunia, cina boleh bangga dengan kungfu-nya, tahiland boleh unjuk gigi dengan muai-thai, dan kita sudah pasti boleh berbangga dengan diminatinya film khas indonesia dalam skala internasional. Sebagai catatan bahwa saat film ini rilis, di London Inggris antrian penonton mengular untuk menonton film ini. (Source: kapanlagi.com)

THE RAID 2: BERANDAL dan juga para pendahulunya yang berhasil membangkitkan perfilman indonesia dari mati surinya patut mendapat apresiasi lebih, karena boleh dibilang sekarang adalah era film. Semua orang menonton film. Bukan hanya sekedar hobi tapi juga telah menjadi lifestyle yang berefek domino bagi yang lain. Sebagai bocoran, akan ada sekuel ketiga dari installment ini, tepatnya di film ketiga nanti adalah selang dua jam setelah film keduanya. Selamat menonton dan mengapresiasi perfilman indonesia! (Gilang Julfikar)