Select Menu

.

.

Slider

Seputar Kampus

Kontributor

Cute

My Place

SLIDE

Racing

Videos

Belum selesai kasus pemukulan yang dilakukan oknum polisi kepada Mahasiswa didalam musholla RRI Riau, giliran di Makasar Sulawesi Selatan Masjid Umar Bin Khattab jadi sasaran tindakan polisi. Tempat ibadah umat Islam ini menjadi target tembakan gas air mata.

Rakyat Sulsel (Grup JPNN.com) melaporkan bentrokan yang terjadi di depan kantor gubernur Sulsel berimbas hingga masuk ke kampus UMI. Polisi yang menyisir seluruh kampus juga tak melawatkan Masjid Umar Bin Khattab.

Salah satu pengguna twitter @Passompe, dalam time linen-nya mengunggah foto Masjid Umar Bin Khattab di dalam Kampus UMI, dipenuhi gas air mata.

Gas air mata itu ditembakkan oleh polisi saat menyerbu masuk ke dalam kampus pascabentrok mahasiswa dengan polisi di depan kantor Gubernur Sulsel, Jl Urip Sumohardjo, Kamis (27/11) malam ini.

Bentrok mahasiswa dan polisi dipicu aksi unjuk rasa mahasiswa menolak dinaikannya harga BBM di depan kantor gubernur yang berjarak sepelamparan batu dari kampus UMI.

@passompe mengabarkan, akibat gas air mata itu, jamaah masjid berhamburan keluar. Padahal dalam masjid itu beberapa orang sedang menjalankan ibadah shalat magrib. (/inspirasirakyatsulsel/awa/jpnn)





- -
Berikut Pers Release yang kami terima dari Presiden Mahasiswa UNRI  :

Apa yg terjadi di RRI pada sore tadi (Selasa, 25/11/'14) semakin menguatkan bahwa Presiden yg berkuasa saat ini merupakan Presiden yg memiliki "wajah asli" seorang diktator. Tak boleh ada yang mengganggu kebijakan yg dibuatnya, walaupun "menyengsarakan" rakyat.

1. Aksi Gerakan Rakyat Riau Menuntut (GERRAM) sudah menyampaikan surat pemberitahuan ke pihak Polresta Pekanbaru

2. Aksi di RRI berjalan baik-baik saja. Dan tidak ada satupun fasilitas yang rusak.


Saya secara "on air" menyampaikan Himbauan agar Rakyat Riau menolak dan tidak bersikap ramah pada Jokowi, terkait rencana kunjungan besok rabu, 26 Nov 2014. Alasannya adalah kebijakan Jokowi JK yang baru sebulan ini, sangat kontroversial dan sangat menyengsarakan rakyat. Terutama kenaikan BBM 18 November lalu. Efek dominonya membuat semua harga naik, dan kenaikan jumlah rakyat miskinpun diprediksi bertambah lebih 10 juta org (Zulfa Hendri, Presiden Mahasiswa UNR)


3. Setelah penyampaian Himbauan, semua massa aksi melakukan Sholat Ashar di Musholla RRI. Sholat dilaksanakan berjamaah dan bergantian, mengingat mushola tidak mampu menampung jumlah massa aksi.


4. Selesai sholat kita bersiap-siap untuk "longmarch" di depan kantor Gubri. Tujuannya juga sama, dalam rangka mencerdaskan rakyat terkait kedatangan Jokowi, yang hanya utk melakukan pencitraan. Tidak akan ada solusi konkret, terhadap berbagai mslh Riau (trutama ASAP), pada kunjungan Jokowi besok.


5. Lalu bergabunglah massa aksi dari UIR dan HMI MPO dalam barisan GERRAM.


6. Tiba-tiba, tanpa sebab dan provokasi dari massa Aksi GERRAM, polisi "mengeroyok" dengan pentungan dan kayu rotan langsung menghujam para mahasiswa yang tak bersenjata sama sekali. Lebih dari 34 orang mahasiswa mngalami luka memar dan luka benjolan, serta langsung dibawa ke Rumah Sakit akibat pukulan para aparat.


7. Musholla yg merupakan tempat paling aman, dinjak-injak oleh manusia berseragam itu. Bahkan, ketika ada yg sdg sholat dan berdoa-pun tak luput dari pukulan.


8. Bus, Pick-Up, pengeras suara dan motor mahasiswa juga menjadi sasaran pengrusakan oleh oknum berseragam ini.


Silahkan baca pemberitaan Media terkait pemukulan oleh polisi terhadap massa  Aksi kemarin sore di RRI Ini sedikit berimbang beritanya:


jpnn.com/news.php?id=271987

[3:15 26/11/2014]

http://www.goriau.com/riauserbaserbi/demo-tolak-jokowi-ricuh-puluhan-mahasiswa-di-pekanbaru-terluka.html


[inspirasi]
- -


Sejak dulu hingga saat ini sampah telah menjadi permasalahan utama di Negeri ini dan  dibeberapa Negara lainnya, di Indonesia sendiri sepertinya membuang sampah disembarang tempat telah menjadi kebiasaan yang buruk yang sulit dihilangkan , hal inilah yang menggerakkan hati Kami para Relawan Kampus (KSR BSI) untuk terjun langsung tepatnya di sekitar area Gelora Bung Karno Senayan pada Minggu, 23/11/2014 dan ini adalah aksi kami yang ke sekian kalinya setelah Taman Waduk Pluit dan beberapa Pulau di Kepulauan Seribu, seperti ada rasa khawatir di hati kami mengingat di Jakarta sendiri banjir adalah agenda tahunan yang siap mengintai keselamatan warga Jakarta dan sekitarnya.


Tidak hanya sekedar membersihkan tapi kami juga memberikan penyuluhan terhadap warga yang berada disekitar GBK dan hal ini mendapat banyak sekali respon  mulai dari yang malu- malu saat kami mengambil sampah dan puntung rokok di depannya sampai yang berterima kasih dan berfoto foto selfy. KSR BSI pun tidak hanya beraksi sendirian tapi kami juga bekerja sama dengan Senat Mahasiswa BSI Jatiwaringin dan Senat Mahasiswa BSI Cikarang, dalam aksi seperti ini tidak hanya tenaga yang kami persiapkan melainkan juga persiapan mental yang matang dalam menghadapi tingkah dan perilaku masyarakat, karna menurut kami kata kata mutiara seperti “Jangan Buang Sampah Sembarangan, Kawasan Bebas Sampah” sudah tak berpengaruh terhadap masyarakat yang membandel.

’Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kebersihan lingkungan Jakarta kedepannya, karena kesadaran dari masyarakat yang kurang terhadap buang sampah yang benar, padahal itu yang menjadi penyebab kecil banjir Jakarta’’ ujar Bapak  Pungkas salah satu pengunjung Gelora Bung Karno.Itulah salah satu faktor yang menggerakkan hati kami agar turut menyadarkan mereka dengan aksi nyata. (KSR BSI)
- - - -