Select Menu

.

.

Slider

Seputar Kampus

Kontributor

Cute

My Place

SLIDE

Racing

Videos

 Jakarta - Kurangnya kesadaran masyarakat akan pendidikan dan perekonomian yang masih lemah membuat kemiskinan tak dapat dihindari lagi bagi masyarakat.Hal tersebut menggerakan sebuah komunitas untuk membantu anak-anak kurang mampu untuk mendapatkan hak mereka akan pendidikan dan menyediakan wadah untuk mereka mendapatkan pendidikan non formal, yang diberi nama Sekolah Bersama (SB). SB terletak di Kawasan Pemulung Kp.Utan, RT 01/RW 05, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, kegiatan yang mereka lakukan disambut baik oleh masyarakat sekitar. Mereka memegang prinsip yang kuat yakni “sambil kita mengasah skill, sambil kita membangun negri” ujar Iyan Ketua SB ini.

Tidak adanya Kartu Keluarga (KK) dan Akte Kelahiran, menyebabkan mereka tidak mendapatkan haknya sebagai warga negara seperti pendidikan yang layak dan bantuan warga kurang mampu. “tapi itu tidak adil bagi saya, iya nggak? Karena apa? Ya pasal 31 ayat 1 dong, semua warga berhak mendapatkan pendidikan, tapi mana?” ujar Arif salah satu penggerak SB.

Peran SB disini untuk memperjuangkan hak-hak yang belum mereka dapatkan. “minimal mereka nggak ditipu saat besar, itu aja deh minimal jangan ditipu, kalo mereka bisa baca bisa tulis itu udah modal awal” ujarnya lagi. Harapan para penggerak SB ini ialah nantinya Sekolah Bersama bisa menjadi sebuah yayasan yang legal dan mendapat pengakuan dari pemerintah.


Keadaan SB yang memperihatinkan mendorong banyak pihak yang ingin membantu tak terkecuali anggota SEMA BSI Pemuda yang begitu antusias menyumbangkan buku-buku sumbangan dari para mahasiswa BSI Pemuda. Kegiatan itu pun disambut baik oleh ketua SB dan adik-adik yang belajar di SB tersebut, mereka sangat senang dengan kehadiran anggota SEMA Pemuda yang perduli dengan keadaan mereka.


 “Dengan niat kakak-kakak datang kesini saja sudah menjadi amalan yang baik, apalagi sampai datang dan membawa oleh-oleh yang bermanfaat untuk adik-adik,kita senang dan bangga dengan kegiatan baik kakak-kakak dari SEMA Pemuda” ujar salah satu penggerak SB. “Ya tujuan kita datang kesini ingin melihat langsung bagaimana adik-adik yang ada disini” ujar fendi ketua SEMA Pemuda. Tak hanya itu, SEMA Pemuda pun ingin memberikan sumbangan buku-buku dari mahasiswa BSI Pemuda.“semoga buku-buku ini dapat bermanfaat bagi adik-adik yang ada disini” ujarnya lagi. (Novia)
- - -
 


            Jakarta, 18 Desember 2014. Tak terasa 1 tahun kepemimpinan presiden dan wakil presiden BEM BSI periode 2014-2015 akan segera berakhir. Pergantian kepengurusan mulai di rencanakan sedini mungkin guna menghindari perbagai persoalan yang mungkin akan terjadi bila tidak ada perencaan yang matang dalam tubuh badan eksekutif mahasiswa. Persiapan pencarian kandidat yang mewakili harapan mahasiswa serta  dan mampu menjadi sosok  mediator yang ulung guna menjembatani mahasiswa dengan lembaga ataupun perguruan tinggi negri lainnya. Komisi Pemilihan Umum(KPU BSI) selaku pihak yang berwenang untuk hal ini mulai gencar memberikan sosialisasi.
Tahun ini, KPU hanya menyodorkan 2 pasang kandidat yang akan di jadikan pilihan diantaranya;
NO. Urut    0 1 : * Hamdan Thoif  & Syamsul   Arif

Visi : (BEM BSI 2015 yang berani bergerak hadirkan solusi untuk BSI dan Indonesia.) 
                       
No. Urut  02 : * Banyu Indrawan & Fatah Mubarak

Visi : (Mewujudkan BEM BSI yang dekat dan bermanfaat bagi civitas akademika dan masyarakat serta membentuk karakter kepemimpinan yang berintelek, bermoral dan berdidikasi.)
  
Schedule rencana sosialisasi serta pemungutan suara ;
a.       15 – 19 Desember 2014             : Masa Kampanye
b.       20 Desember 2014                    : Debat IKBM
c.       21 – 22 Desember 2014             : Masa Tenang
d.      23 Desember                              : Pencoblosan


Mengingatkan pentingnya momen ini. KPU merangkul UKM senat mahasiswa di berbagai cabang BSI agar lebih memudahkan dalam proses sosialisasi ke depannya.  Runtutan kampanye presiden dan wakil presiden akan di akhiri di BSI Cabang Kramat 18. Antisipasi waktu dan tempat mulai di siapkan oleh anak – anak SEMA B(sebutan senat mahasiswa bsi kramat 18 – salemba 22). Dan besar harapannya banyak yang akan berpartisipasi dalam rangkaian kampaye tersebut. Karna salah satu pasang kandidat tersebutlah yang akan menjadi ujung tombak aspirasi mahasiswa. (Moh. Najmudin)
-
 majalahinspirasi.net - Memasuki Usia yang ke 27 tahun kampus Bina Sarana Informatika terus meningkatkan eksistensinya didunia Pendidikan Tinggi. Kampus BSI menyelenggarakan wisuda untuk ke 40 kalinya pada 3 Maret 2015. Untuk Tahun ini acara Wisuda dilakukan di BSI Convetion Center (BSI Square) yang beralamat di Jl. Raya Kaliabang No. 8 Perwira, Bekasi Utara.  Dalam 1 tahun ini Acara wisuda  di BSI Convetion Center sudah 3 kali di adakan, yaitu pada bulan April, Agustus dan Desember. “Sebelumnya kami mengadakan acara ini pada bulan Maret, Juni & Desember setiap tahunnya, karna  pemilu jadi acara wisuda tahun ini kami undur” ujar Bpk. Syamsul Bahri, MM, M.Kom selaku Ketua Panitia Wisuda. Tidak hanya dari daerah Bekasi dan Jakarta saja yang datang tetapi dari beberapa daerah seperti : Depok, Tangerang, Bogor dan Cikampek.
      Acara berlangsung meriah dan hikmat dengan dihadiri oleh 1.370 peserta wisuda & 2.628 tamu undangan, di BSI Convention Center sendiri memiiki kapasitas 4.000 kursi dalam aula. Susunan acara ini di mulai dari
1.  Pembukaan
2. Senat Akademik dan Dewan Kehormatan memasuki ruang Sidang Wisuda.
3.       Menyanyikan Lagu Indonesia Raya.
4.       Mengheningkan Cipta.
5.       Pembukaan Sidang Wisuda.
6.       Sambutan Direktur Bina Sarana Informatika.
7.       Sambutan Ketua Yayasan.
8.       Sambutan Koordinator Perguruan Tinggi Swasta.
9.       Pelantikan Wisudawan-Wisudawati.
10.   Pembacaan Janji Panca Prasetya.
11.   Pemberian Penghargaan Wisudawan Terbaik.
12.   Pembacaan Do’a.
13.   Penutupan Acara Wisuda.
14.   Senat Akademik dan Dewan Kehormatan meninggalkan Ruang Wisuda.

        Sebelum mereka di wisuda, mereka wajib melakukan sidang tugas akhir mereka. Selama 3 tahun (D3) study mereka harus diputuskan dalam waktu satu hari oleh para penguji atau dosen yang melihat hasil tugas akhir mereka.
        Pesan Bpk. Syamsul Bahri, MM, M.kom yang ditemui di BSI Concention Center (Ketua Panitia Wisuda). “Untuk Para wisudawan-wisudawati jangan pernah memilih pekerjaan, untuk yang sudah bekerja jangan melihat nominal Rupiah yang di dapat, bagi yang belum bekerja jangan berkecil hati dan teruslah semangat percayalah kalian pasti bisa. Tetap semangat Dan Sukses untuk Kalian”.
(Afif Muhamad).


- -