Select Menu
Select Menu

Favourite

BSI

Opini

Kontributor

Wisata

Komunitas

Sosok

Resensi

Seni Budaya

TV Inspirasi


Senat Mahasiswa BSI Cikarang kembali mengadakan bakti sosial, acara ini merupakan acara tahunan dan sudah dimasukan dalam program kerja mereka. Kali ini mereka mengadakan Bakti Sosial (Baksos) di sebuah kampung Loji  yang bertempat daerah Cibarusah-Bekasi dan mengajak mahasiswa-mahasiswa umum dikampusnya. Lokasi ini dipilih karna terdapat sebuah Sekolah Dasar (SD) yang dekat dengan jurang dan jarak dari sekolah dengan jurang kurang lebih 10 meter dengan pembatas seadanya karna di khawatirkan murid-murid yang bermain di jam istirahat mendekati area itu, “ Hati kami tersentuh karna melihat sebuah keadaan yang memang benar-benar butuh perhatian dari pemerintah dan dinas dalam sebuah daerah ini, sebuah sekolah dasar pertama di bangun di dusun ini yang sekarang kurang perhatian dari pemerintah dan dinas ”, tutur Aprilia Susanti ketua senat BSI Cikarang.


Baksos yang berlangsung pada tanggal 22 dan 23 Agustus 2015 dengan membawa program pendidikan dan sosial yang diharapkan dapat membantu masyarakat daerah tersebut, pada sabtu mereka melakukan pengajaran  di SDN Cibarusah Kota 01 dan masuk tiap-tiap kelas yang memang murid pun tak sebanyak sekolah pada umumnya yakni dengan jumlah total murid 86 siswa, “memang sangat sedih melihat sebuah sekolah dengan keadaan seperti ini namum mau bagaimana pun kami harus memberikan apa yang harusnya mereka dapatkan “, ujar Ibu Lia selaku guru di SD tersebut. Tidak hanya sebuah pengajaran yang diberikan oleh mereka namun sebuah perlombaan kecil yang dapat menghibur masyarakat dan terutama para murid disekolah tersebut semangat dan antusias para murid sangat besar. Tak lupa pemberian sembako yang akan di berikan kepada warga di lakukan pada malam hari setelah adzan isya yang di harapkan dapat membantu warga sekitar. Hari Minggu yang di agendakan hari terakhir baksos mereka dengan acara memberishkan lingkungan sarana dan prasarana umum seperti Masjid dan Sekolahan bersama warga sekitar. ( Afif ) 

( foto : anggota presidium pra mubes Vl IKBM BSI terlihat serius menanggapi setiap interupsi yang di berikan oleh  peserta sidang pra mubes.)


Inspirasi, Jakarta, 1 agustus 2015 bertempat di BSI Pemuda, rawamangun. Pada awal rencana pertemuan seluruh elements ormawa Dari tingkat tertinggi (MPM) sampai tingkat UKM akan di laksanakan di BSI salemba 22. Namun, entah dasar angin apa rencana yang sudah di siapkan Dari waktu yang cukup lama harus mengalami kendala. Tepatnya sehari sebelumnya acara pra mubes di laksanakan.


Lembaga berdalih ruang serbaguna(aula) BSI salemba 22 yang tertanggal 1 agustus harus di sterilkan guna pelaksanaan sidang TA pada tahun ini. Keputusan ini cukup membuat geram panitia pra mubes di karnakan begitu mepet jeda information yang di beriman lembaga kepada mereka. Rumor kepindahan pelaksanaan Dari BSI salemba 22 ke BSI Pemuda pun mulai santer terdengar sejak  H-1 pelaksanaan. 

Ketidak puasan Dari berbagai ormawa (organisasi mahasiswa) mulai tertumpah dalam serangkaian kata miring dalam grup IKBM (WHatsapp ) yang bertendensi kepada keraguan mereka terhadap panitia pelaksana. Banyak yang beranggapan ini adalah keperbihakan lembaga kepada kepentingannya sendiri. Dan banyak yang menyesalkan badan eksetutif mahasiswa BEM, MPM) seperti sekadar mainan tuannya. ketika tuannya bilang tidak maka hal tersebut tak mungkin dilakukan. 

Hari H pelaksaksanaan pra mubes pun jauh Dari harapan berbagai ormawa. Dalam undangan tertulis jelas bahwa pelaksanaan pra mubes di laksanakan pukul 08.00 - selesai. Namun, pada kenyataannya panitia solah tak begitu serius di lapangan. Malahan panitia baru berdatangan sekitar pukul 08:30 ke atas itupun belum melakukan kesiapan apapun. Security kampus bilang bila mereka belum di information mengenal hal ini. 

Waktu pun berlalu dengan cepat. Para perwakilan ormawa memasuki ruangan aula pra mubes. Lalu, pelaksannaan dilaksanakan pukul 09:45 itupun masih minus. Bangku Dan kondisi ruangan solah tak begitu di perhatian. Selentingan datang Dari perwakilan ormawa mengenal hal tersebut Dan melakukan intetupsi (masukan) kepada presidium sidang untuk menyuruh para panitia pra mubes untuk lebih mengkondisikan suasana sidang agar lebih nyaman Dan kondisif. Setelah di pertimbangkan seberapa saat akhirnya presidium sidang meng- skor sekaligus mengistirahatkan sidang slama 2 x 15 menit. 

30 menit berlalu, kemudian perwakilan ormawa memasuki kembali ruangan sidang. Presidium mengetok palu 2 Kali tanda pencabutan pending telah usai.
Karna keterbatasan waktu untuk memahami isi Dari redaksi (draft) tata tertip yang di berikan panitia kepada peserta pra mubes. Membuat jalannya sidang begitu alot. Banyak opini yang di masukan. Keegoisan serta eksistensi dunia pemikiran perwakilan ormawa begitu terlihat di junjung tinggi, perdebatan tiada henti di perlihatkan selama seberapa jam pelaksanaan sidang. Argument demi argument di gelontorkan demi mengubur dalam- dalam argument yang di lontarkan lawan. Tak banyak yang mengerti namun seolah seperti professional dalam bidang negosiasi. 

Waktu menunjukkan pukul 17:05. Ini sudah melebihi batas yang di sepakati bersama. Dimana,  Titik akhir persidangan akan selesai pada pukul 17:00. Dengan mempertimbangkan segala aspek seperti biaya listrik, waktu, serta tempat. Akhirnya panitia sidang yang di wakili fendy Dari MPM mengusulkan untuk di lakukannya skorsing selama 2 x 15 untuk kedua kalinya. Dengan pertimbangkan tersebut serta melihat banyak Dari peserta yang sudah mengalami penurunan semangat. Presidium sidang akhirnya melakukan pending sidang selama 2 x 30 menit.
Dengan ketidakpuasan yang dialami slama perjalanan sidang. Banyak Dari perwakilan ormawa yang memastikan untuk tidak kembali mengikutinya perjalanan sidang lantas pulang ke tujuannya masing - masing. 

Sidang tetap di lanjutkan hingga batas akhir pengesahan draft di setujui bersama. Entah kesalahan siapa yang patut di kambing hitamkan disini. Kebiasaan ngaret Dari jam yang di tentukan solah sudah bukan lagi rahasia. Juga tak patut di sandingkan untuk di sebut perjuangan demi mahasiswa lain.kalo jadi perwakilan mahasiswa saja sudah membiasakan ngaret serta menggampangkan tanggung jawab bagaimana nantinya kalo sudah benar- benar- menjadi wakil rakyat???.
 


Kembali kita merasakan indahnya suasana bulan Ramadhan, senang rasanya ditahun ini kita dapat berjumpa kembali dibulan yang penuh berkah dan penuh kebaikan didalamnya, Bagi sekelompok kalangan muda-mudi remaja muslim Indonesia Ramadhan dimaknai untuk saling berbagi dan saling membantu untuk sesama. Mahasiswa-mahasiswa di BSI juga melakukan kegiatan yang positif untuk membangun nilai sosial juga untuk menjalin silahturahmi sesama insan, Melalui kegiatan gebrakan ramadhan mahasiswa/I ini mengadakan event yang baru tahun ini diselenggarakan dikampu Bina Sarana Informatika Cikarang-Cibarusah tepatnya salah satu cabang kampus BSI dari 66 cabang kampus BSI se-Indonesia.


Gebrakan Ramadhan nama acara ini yang dilansir oleh narasumber dan selaku panitia kegiatan tersebut, Rangga Wijaya “kegiatan ini perdana di BSI cikarang khususnya dari angkatan yang sebelumnya baik lembaga maupun anggota senat dan ukm BSI cikarang tidak pernah mengadakan event besar ini sebelumnya, acara ini menghadirkan alumnus-alumnus BSI dari cabang manapun. Keikut sertaan lembaga dan sponsor-sponsor juga membuat acara semakin berkesan karena lembaga tidak mengeluarkan biaya sedikitpun untuk pendanaan event ramadhan ini semua dari sponsor-sponsor yang mengisi stand bazaar dll.

Acara ini diadakan oleh lembaga BSI khususnya dan anggota senat, Badaris, Himmi, Himasa, acara ini sangat special karena menjadi acara pertama yang ada dikampus BSI untuk mengisi kegiatan di bulan suci ramadhan. Tidak lupa juga disediakan cek kesehatan dengan anggota KSR cikarang untuk dapat mengechek kesehatan kita saat bulan ramadhan.

Penuturan salah seorang mahasiswa “Semoga event yang berlangsung lebih banyak lagi ya mahasiswa yang berpartisipasi didalamnya, toh aji mumpung juga kalo yang punya usaha bisa sambil buka stand dan ngenalin usahanya misalkan kay jual baju gitu”. Semoga kegiatan seperti ini dapat di ikuti oleh teman-teman mahasiswa yang lain.  (Vina)