Select Menu
Select Menu

Favourite

BSI

Opini

Kontributor

Wisata

Komunitas

Sosok

Resensi

Seni Budaya

TV Inspirasi


Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-71, IKBM BSI se-Jabodetabek mengadakan upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang diselenggarakan di lapangan kampus BSI BSD Tangerang Selatan. Acara dihadiri oleh perwakilan dari masing-masing ORMAWA BSI se-Jabodetabek. Hadir dan bertindak sebagai Pembina Upacara dalam upacara tersebut perwakilan dari lembaga yaitu Pembantu Direktur Bidang Kemahasiswaan BSI H.Syamsul Bahri juga beberapa perwakilan dari koordinator bidang kemahasiswaan wilayah Barat serta dosen BSI BSD. Dalam sambutannya beliau mengingatkan kembali pentingnya generasi muda untuk lebih memaknai kemerdekaan Republik Indonesia. 

Kemerdekaan bangsa Indonesia atas berkat rahmat Tuhan YME dan perjuangan para pahlawan dengan segala pengorbanannya, kemerdekaan yang telah dicapai hingga saat ini bukan hanya warisan tapi juga amanat para pendahulu (pahlawan) bangsa yang harus dijaga dan diisi oleh generasi muda agar bangsa Indonesia ini menjadi bangsa yang besar, maju, bermartabat dalam kancah pergaulan dunia. Uapacara detik-detik proklamasi dimulai jam 10 hingga 11 pagi, meski dengan jumlah peserta yang masih terbatas, kegiatan yang digagas dan dimotori oleh BEM BSI dapat dilaksakan dengan lancar dan penuh khidmat. Ini adalah kegiatan yang baru pertama kali dilakukan oleh IKBM yang harus diapresiasi oleh kita semua. Usai uapacara dilaksanakan, acara dilanjutkan dengan  Silaturahim IKBM BSI bersama PUDIR3  yang dilaksanakan di ruang kelas 301, acara yang dipandu oleh Amy (Kord.kemahasiswaan BSI-BSD) ini diisi dengan dialog seputar kegiatan Ormawa BSI serta sosialisasi kebijakan lembaga yang disampaikan oleh PUDIR3 BSI. Suasana dialog begitu kondusif dengan penuh rasa kekeluargaan dan kebersamaan, banyak pertanyaan dan saran usulan yang intinya adalah untuk perbaikan Ormawa dan lembaga BSI. Acara silaturahim berlangsung kurang lebih tiga jam dari jam 11 hingga 13:00. 

Dalam kesemptan itu semua sepakat bahwa kegiatan Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI dan Silaturahim IKBM BSI sejabodetabek sangat bermanfaat dalam menumbuhkan jiwa patriotisme dan semangat dalam generasi muda dalam mengisi kemerdekaan serta menumbuhkan rasa kebersamaan, persaudaraan juga menghilangkan  kebuntuan komunikasi antara IKBM BSI dengan lembaga BSI. Insya Allah kegiatan ini  sangat positif dan akan dilaksanakan secara berkesinambungan oleh IKBM BSI dan tentunnya dukungan dari lembaga serta Civitas Akademika BSI. (AMY)


Hari kemerdekaan RI yang setiap tahun jatuh pada tanggal 17 Agustus, selalu di sambut dan dirayakan oleh seluruh masyaraakat dengan penuh kegembiraan dan suka cita. Seluruh pelosok negeri, baik di kota, desa, perbatasan, darat bahkan di laut turut serta dalam euphoria kemerdekaan RI. Peringatan HUT RI ke-71 kali ini memiliki arti penting bagi sejarah perjalanan bangsa Indonesia, dimana fokus utamanya adalah dengan mengisi kemerdekaan melalui semanagat kerja, kerja dan kerja. Dan juga senantiasa menumbuhkan kecintaan selalu pada bangsa dan negara Indonesia.

Salah satu bentuk kecintaan tersebut diwujudkan dengan melakukan  upacara memperingati HUT RI ke-71 ini. Seperti yang dilakukan oleh Ikatan Mapala se-Jabodetabek dengan mengadakan acara Upacara Air HUT RI Ke 71 dengan mengusung tema “membangun rasa kesadaran dan semangat nasionalisme melalui gerakan pelestarian alam” yang mengambil lokasi di Danau Mahoni Universitas Indonesia, Rabu (17/8). Acara yang diikuti oleh  70 peserta dari 20 Mapala Jabodetabek ini, berisi kegiatan antara lain pengibaran bendera merah putih di tengah danau, penyebaran benih ikan dan lomba dayung antar Mapala.  Dalam kesempatan ini, UKM Calandra Advantures BSI turut hadir dan ambil bagian mewakili Mapala BSI
Menurut Bambang Herianto dari Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) yang menjadi pemimpin pada upacara pengibaran bendera tersebut, bahwa acara ini diadakan sebagai wujud dari kepedulian setiap anggota Mapala terhadap kelestarian lingkungan khususnya lingkungan air. “Sebagai bagian dari masyarakat yang peduli akan lingkungan sudah sepatutnya kita generasi muda ini turut menjaga kelestarian lingkungan, hal ini penting sebagai upaya membantu pembangunan yang dicanangkan oleh pemerintah”demikian ujarnya.

Ketua UKM Calandra Advantures, Surya Pradita menyampaikan bahwa keikutsertaan mereka pada acara ini sebagai wujud kebanggaan sebagai Mapala BSI yang juga peduli dan aktif menjadi bagian dari pelestarian lingkungan. Setelah upacara bendera selesai, selanjutnya  dilakukan penyebaran benih ikan ke danau, yang tentunya akan sangat bermanfaat bagi marsyarakat sekitar. Acara dilanjutkan dengan menelusuri danau menggunakan perahu karet diikuti oleh seluruh peserta sekaligus melakukan operasi bersih sampah-sampah yang ada didanau, dan sebagai acara puncak yaitu lomba dayung antar Mapala serta foto bersama. (smh)



Majalahinspirasi.net - Salah festival yang direkomendasi oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya adalah Dieng Culture Festival (DCF) 2016 pada 5-7 Agustus. Segudang sajian menarik ditampilkan dari penampilan Cak Nun dengan Kyai Kanjeng, pesta kembang api, hingga jamasan, pencukuran rambut dan pelarungan rambut anak gimbal khas Dieng, hingga Jazz Atas Awan. “Ada perpaduan seni tradisi, budaya dan musik modern yang membuat festival ini lebih berkelas. Anak muda masuk, orang paruh baya pun juga masuk. Ada wayang, juga pentas Lengger yang khas daratan tinggi Dieng yang memiliki ketinggian kisaran 2000 meter dari permukaan laut," ungkap Hari Untoro Drajad, Staf Ahli Menpar Bidang Multikultural dalam kutipan tempo.
Acara tahunan ini cukup banyak menarik wisatawan untuk datang dan menikmati beberapa berbagai kesenian dan kebudayaan asal Dieng, pada kali ke-7 DCF 2016 ini tebesar yang pernah di selenggarakan dari tahun-tahun sebelumnya. “Acaranya sukses besar. Kalau dihitung semua wisatawan yang datang sekaligus menikmati wisata sekitar 90.000-an wisatawan. Tiket habis. Penginapan penuh semua. DCF memberi berkah besar bagi warga sekitar Dieng,” ujar Ketua Paguyuban Wisata Dieng Pandawa, yang juga Ketua DCF VII, Alif Fauzi, Minggu 7 Agustus 2016. Dari paparan Alif, Jazz Di Atas Awan dan pemotongan rambut anak gembel menyedot perhatian paling besar dari wisatawan. Area khusus yang disiapkan di depan Candi Arjuna penuh sesak oleh lautan manusia. Nyaris tak ada tempat kosong saat DCF berlangsung.


“Kami sudah menyediakan 4.000 tempat khusus. Itu full semua. Di luar itu lebih banyak lagi. Ini DCF paling heboh,” katanya. Minggu sore 7 Agustus 2016, prosesi pemotongan rambut anak gembel memang menyedot perhatian yang sangat besar. Puluhan ribu wisatawan dari berbagai daerah maupun mancanegara berbaur dengan wisatawan lokal. Semua setia mengikuti prosesi ruwatan yang diikuti 11 anak berambut gimbal itu. Dari mulai kirab budaya dari rumah tetua adat Dieng, Mbah Naryono, hingga prosesi perjalanan menuju kompleks Candi Arjuna, semuanya selalu dikawal puluhan ribu wisatawan.
Acara makin terasa meriah setelah di area parkir kompleks Candi Arjuna, 11 anak berambut gimbal itu disambut sejumlah pemimpin daerah. Dari mulai Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet, Wakil Bupati Banjarnegara Hadi Supeno, dan tamu undangan lainnya, terlihat hadir di prosesi sakral tadi.
Adinda Wijayanty Putry (4), putri pasangan Mahfudz dan Linda Susanti, mendapat giliran pertama untuk dipotong rambut gimbalnya. Warga Kota Depok, Jawa Barat itu minta rambutnya dipotong langsung oleh Mbah Naryono.
"Pencukuran rambut gimbal harus melalui suatu ruwatan. Tidak boleh sembarangan dicukur. Kalau sembarangan, rambut gimbal itu tumbuh kembali. Bahkan akan semakin menggimbal. Sangat sakral. Ini menjadi daya tarik tersendiri,” katanya. Melihat potensi tadi, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo langsung mengambil ancang-ancang untuk membenahi Kawasan Wisata Dataran Tinggi (KWDT) Dieng di Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo, Jawa Tengah. (AFM)  
Sumber : tempo & viva