Select Menu
Select Menu

Favourite

BSI

Opini

Kontributor

Wisata

Komunitas

Sosok

Resensi

Seni Budaya

TV Inspirasi


Minggu 7 Februari 2016, Korps Sukarela Bina Sarana Informatika (KSR BSI) mengadakan kegiatan yang cukup menarik di Pulau Pari, Kepulauan Seribu Jakarta. Kegiatan ini merupakan kegiatan pertama dari program tetap divisi Pengabdian Masyarakat (PM), yaitu  KSR BSI Peduli. Kegiatan yang diselenggarakan berupa penanaman pohon Mangrove atau bakau dalam memperingati Hari Tanam Sejuta Pohon Sedunia yang jatuh pada tanggal 10 Januari lalu. Kegiatan dengan tema, “Lukisan Hijau Relawan untuk Negeriku” ini dapat merebut perhatian masyarakat umum untuk turut serta bergabung dalam aksi tanam 1000 pohon di bibir Pantai Pasir Perawan.

KSR mengajak teman-teman mahasiswa BSI, mahasiswa luar BSI dan masyarakat umum juga masyarakat sekitar Pulau Pari untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Tidak hanya melakukan penanaman pohon, KSR BSI juga memberikan penyuluhan mengenai manfaat mangrove itu sendiri dan penyuluhan mengenai “Perilaku Hidup Bersih dan Sehat” (PHBS) kepada para peserta Tanam Mangrove dan kepada adik-adik SDN 01 PulauPari yang juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Tujuan dari kegiatan ini bukan hanya sekedar menanam mangrove, namun kita juga harus bisa merawat dan menjaga mangrove itu sehingga di kemudian hari mangrove itu dapat tumbuh dan manfaatnya dapat dirasakan. Penyuluhan PHBS sendiri mengajak seluruh peserta maupun warga sekitar untuk dapat bisa menjaga kebersihan diri maupun lingkungannya sehingga akan tercipta kenyamanan dan kesehatan bagi diri sendiri maupun lingkungan. Acara ini di ikuti pula oleh 3 orang Warga Negara Asing (WNA) dari Negara berbeda, “Kegiatan ini merupakan kegiatan yang luar biasa dan bermanfaat,” Ujar salah satu turis yang berasal dari Inggris.

Selain kegiatan menanam mangrove dan penyuluhan, para peserta dan panitia juga turut menikmati keindahan Pulau Pari dengan bersnorkling bersama. KSR dalam Kegiatan ini mendapat dukungan dari Lembaga BSI, Palang Merah Indonesia (PMI)  Kota Jakarta Barat, Korps Alumni Kapal Pemuda Nusantara (KA KPN), dan Bekasi Media. Masyarakat sekitar Pulau Pari pun ikut mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini. Acara yang berlangsung selama satu hari ini, sangat meninggalkan kesan dan pengalaman yang luar biasa bagi panitia dan juga peserta yang hadir.


Menjadi Dosen Profesional adalah dambaan banyak orang yang ingin mengabdikan dirinya mengamalkan ilmu, pengetahuan dan keahliannya untuk bangsa. Takterkecual istaf pengajar di lingkungan perguruan tinggi BSI yang sedang menyelesaikan program pasca sarjananya. LPPM BSI sebagai Lembaga yang diamanahkan untuk memediatori dan memfasilitasi Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat tentu mempunyai peran dan tanggung jawab yang besar dalam mengantarkan staf pengajar BSI menjadi Dosen professional dan seutuhnya. Berangkat dari itu, pada tanggal 5 februari 2016 LPPM BSI mengcreate sebuah kegiatan dalambentuk seminar motivasi bagi mereka yang sedang menyelesaikan program pasca sarjananya agar cepat selesai tepat waktu dan kelak menjadi Dosen sesuai dengan kualifikasi yang disyaratkan pemerintah. Dengan mengusung tema “Strategi Cerdas Merencanakan Karir Dosen”, LPPM BSI menghadirkan narasumber Heri Kuswara yang juga sebagai Ketua LPPM BSI dan Dahlia Sarkawi sebagai Kepala Pengembangan Karir Dosen.

Dipandu oleh Sari Hartini dan Ratna sebagai moderator, Heri mengawali presentasinya dengan menampilkan tahapan perencanaan karir yang dimulai dari fasefantasi, tentative dan realistis. Dimana pada fase realistis (usia 18-23 tahun) setiap kita wajib menentukan pilihan karirnya. Selanjutnya untuk meraih sukses dalam karir, Heri memaparkan beberapa hal yaitu yang pertama pentingnya mempunyai alasan yang kuat untuk sukses. Peserta diminta untuk menuliskan 5-10 alasan terkuat kenapa wajib sukses. Yang kedua adalah membuat perencanaan karir  yang dibagi kedalam tiga fase yaitu jangka pendek 0-2 tahun, jangka menengah 2-5 tahun dan jangka panjang 5,10,15 tahun. Begitupun pada pembahasan materi ini peserta diminta untuk mengisi minimal masing-masing lima rencana karirnya dijangka pendek, menengah dan panjang. Selanjutnya kiat dari heri kuswara adalah action yaitu melakukan berbagai hal/aktifitas dalam kehidupan sehari-hari untuk mengimplementasikan rencana karirnya. Strategi terakhir yang heri suguhkan adalah Doa yang sungguh-sungguh sebagai pondasi seseorang dalam merencanakan karir.



Dewasa ini, untuk menjadi Dosen Profesional, Heri Kuswara memberikan beberapa tips yang harus dikuasai oleh mereka yaitu hard skill yang up to date, spesifik dan berdaya saing global lalu sertifikasi profesi dan kompetensi berstandar nasional dan internasional serta unsur soft skill sebagai kunci sukses dalam karir apapun. Nara Sumber Kedua yang merupakan Dosen paling Senior di BSI, Dahlia Sarkawi yang juga kepala pengembangan Karir Dosen BSI memberikan materi tentang persyaratan menjadi seorang Dosen, kepangkatan akademik yang harus dipenuhi (Jabatan Fungsional Akademik), Sertifikasi Dosen, dan lain-lain. Secara jelas beliau memaparkan kewajiban Dosen dengan Tri Dharma Perguruan Tingginya baik itu pendidikan/pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

Dengan penguasan materi yang luar biasa, Dahlia  secara detail dan terperinci menjelaskan apa itu NIDN (Nomer Induk Nasional), persyaratan untuk mendapatkan NIDN, apa itu jabatan fungsional akademik, angka kredit tri dharma yang harus dipenuhi setiap level dalam jabatan fungsional akademik, persyaratan mengikuti sertifikasi Dosen, level pendidikan dan linieritas program studi/keilmuan. Dengan gaya bicara dan intonasi yang tegas, lugas namun menghibur, Dahlia memoitvasi peserta untuk segera menyelesaikan program pasca sarjananya agar dapa tmengurus NIDN, JFA dan Serdos. Bahkan ia menyarankan untuk melanjutkan study kejenjang Doktoral (S3).

Dalam sesi Tanya jawab, diberikan kesempatan kepada lima orang untuk menanyakan berbagai hal yang berkenaan dengan karir Dosen kepada kedua Nara Sumber. diAkhir acara kedua pembicara berpesan bahwa Dosen adalah Profesi yang sangat Mulia, curahkan dan abdikan diri sepenuhnya dalam mencerdaskan sebanyak mungkin anak bangsa. (Heri Kuswara)





Mengusung Tema “Meningkatkan Publikasi Hasil Penelitian Dosen Dalam Bentuk Jurnal Ilmiah di Lingkungan Perguruan Tinggi Bina Sarana Informatika”, LPPM BSI menggelar Workshop Penulisan Artikel Ilmiah Pada Jurnal Nasional dengan Peserta para Dosen Muda dilingkungan Perguruan Tinggi BSI. Antusiasme yang sangat tinggi dari peserta terlihat dari kesungguhan dalam mengikuti kegiatan. Workshop yang dibagi kedalam dua sesi peserta ini dilaksanakan dari tanggal 1  s.d. 4 februari 2016 dengan sesi pertama sebanyak 100 orang dari tanggal 1-2 februari dan sesi kedua sebanyak 100 orang dari tanggal 3-4 februari,  dengan menghadirkan narasumber yang tentu sangat kompeten dibidangnya. Di hari pertama LPPM BSI menghadirkan Riviewer Internal yaitu Herlawati dan Akmaludin sebagai narasumber dengan membawakan materi secara bergantian tentang “Paradigma Metodologi Penelitian” dan “Teknik Penulisan Artikel Ilmiah Pada Jurnal Nasional”.


Acara yang setiap harinya dimulai jam 08.00 s.d. 17.00 ini dimoderatori langsung oleh Heri Kuswara selaku ketua LPPM BSI, selesai narasumber menyampaikan presentasinya, tepat jam 15.00 WIB, agenda dilanjutkan dengan Tanya jawab, sharing dan diskusi antara peserta dengan narasumber. Lebih dari 10 penanya menyampaikan berbagai pertanyaannya seputar kiat sukses atau kendala yang dihadapi dalam menulis artikel ilmiah. Dihari kedua, peserta dibagi kedalam lima kelas (satukelas 20 orang/ setiap kelas satu narasumber/tutor) untuk dilakukan couching clinic, dimana semua peserta yang hadir wajib menyampaikan artikel ilmiahnya kepada narasumber yang bertindak sebagai reviewer internal untuk mengoreksi dan membahas seluruh artikel ilmiah peserta. Adapun sebagai tutor/reviewer internal dihari kedua adalah Erna Kusumawati,  Akmaludin,  Herlawati, Linda Marlinda, Suryanto yang kesemuanya adalah Dosen Senior dilingkungan Perguruan Tinggi BSI dan Nusa Mandiri.

Pada Sesi Kedua, 3-4 februari LPPM BSI menghadirkan narasumber yang juga sangat kompeten dibidang penulisan artikel ilmiah, yaitu Ida Zuniarti dan Kusumahat idengan materi yang sama. Jumlah peserta yang cukup banyak ini menandakan bahwa dosen dilingkungan perguruantinggi BSI benar-benar ingin meningkatkan kapasitasnya dibidang penelitian. Untuk couching clinicnya, LPPM BSI menghadirkan lima tutor/reviewer kembali yaitu Ida Zuniarti, Kusumahati, Suparman HL,  Yopi Hendrianto dan Nurvi Oktianti.  Agenda kegiatan untuk sesi kedua ini sama halnya dengan sesi pertama, yang membedakan adalah peserta dan narasumber/riviewernya.

Kegiatan berbasis Outcome ini tidak selesai sampai disitu aja, semua peserta mempunyai kewajiban untuk melanjutkan artikel ilmiah yang sudah diriviewer oleh tutor untuk diperbaiki/direvisi dan senantiasa intensif berkomunikasi dengan tutornya sehingga dua bulan kedepan dapat dipublikasikan baik dijurnal internal maupun dijurnal ekternal. (Heri Kuswara)