Select Menu

.

.

Slider

Seputar Kampus

Kontributor

Cute

My Place

SLIDE

Racing

Videos

Judul           : Tersuruk Dalam Lumpur Cinta
Penulis             : Mira W.
Penerbit           : PT Gramedia Jakarta
Tahun terbitan    : 1988
Tebal  : 235 halaman

Diresensi oleh Hendrian


Ananta adalah perempuan yang anggun dan menawan. sebagai dokter yang baru saja memulai prakteknya di salah satu daerah terpencil, dia memiliki pasien dan rekan kerja yang menyayanginya. namun, tidak banyak yang tahu lebih jauh tentang siapa ananta sebenarnya.
dia sengaja menjauhi semua lelaki yang mendekatinya. termasuk rekan kerjanya sendiri dia tolak mentah-mentah. akan tetapi, ada seorang lelaki yang mampu memikat hati ananta. suaranya yang begitu khas dan sikapnya yang spesial menurutnya telah meluluhkan hati ananta yang sempat membeku. lelaki itulah yang membuat ananta berani beranjak dari masa lalunya yang kelam. lelaki itu adalah permadi. pada awalnya, kehidupan keluarga ananta dan permadi dijalani dengan penuh kebahagiaan. namun, setelah dua bulan menikah, masalah-masalah kecil mulai bermunculan. kepercayan diri permadi luntur lantaran dibayangi oleh kesuksesan istrinya. hal ini membuat permadi sering bertindak semena-mena di rumah.


Asalah rumah tangga ananta itu semakin parah. permadi lah yang membuat semuanya menjadi lebih buruk. sebagai pelampiasan hasratnya, danila menjadi korban. gadis sma yang menaruh perhatian pada permadi itu harus mengandung anak permadi di luar nikah.  dan cukup sudah alasan bagi ananta untuk meninggalkan permadi. prahara rumah tangga itu membuka kembali masa lalunya yang suram. masa dimana ananta harus tersuruk dalam lumpur cinta. sampai saat ini dia harus menyimpan erat rahasia dari masa lalunya itu. rahasia bahwa adik perempuan yang diakuinya saat ini, nita, adalah anaknya sendiri, anak hasil perbuatan dosanya dengan salman.


Permasalahan mencapai puncaknya saat salman kembali hadir dalam kehidupannya. kehadirannya justru memikat nita. hubungan mereka tentu saja membuat ananta mengambil tindakan. ananta meminta salman untuk tidak mendekati nita lagi dan salman mengerti akan itu. namun, tidak bagi nita. nita justru menuduh kakaknya (atau ibu kandungnya) berusaha merebut salman darinya.


Mata hati nita telah tertutup dari cahaya kebenaran. kehidupannya menjadi tidak keruan. dan saat dendam menyelimuti hatinya, dia berniat membunuh permadi. namun, pisau yang dibawanya justru tertanam di perutnya sendiri. nita sekarat di rumah sakit. dokter telah berusaha menyelamatkan nyawanya. namun, tuhan berkata lain. nita menghembuskan nafas terakhirnya di pelukan ibu kandungnya, ananta. dia meninggal sebelum ananta sempat memberitahukan fakta sesungguhnya.

- -
Hampir setiap pagi sebelum berangkat ke kantor atau kampus pastinya anda "bertemu" dengan Adrian Maulana di televisi.Program berita Indonesia Morning Show (IMS) yang dipandu Adria sering menjadi "teman" sambil bersantap sarapan. Saat bertemu dengan Adrian secara langsung, Jumat lalu (5/9), merasa berjumpa dengan sosok berbeda dari yang kerap tampil di depan kamera. Adrian yang  masih dekat dengan citranya sebagai artis itu, ternyata religius.

"Tunggu sebentar ya, Mas. Mas Adrian sedang sholat (dhuha)," kata Pak Satpam kepada kami begitu tiba di Kantor NET TV.

Kami kemudian melakukan wawancara cukup panjang. Adrian bercerita bahwa pekerjaan sebagai presenter IMS menuntutnya untuk bangun pukul 3 pagi setiap hari. Maklum, dia sudah harus ada di studio dua jam sebelum siaran langsung. Meski harus bekerja sangat pagi, pekerjaan itu memberikan banyak hikmah. Salah satunya adalah menjadikan Mas Adrian rutin sholat malam (tahajud).

Dia melanjutkan cerita. "Kalau saya tidak diizinkan sholat subuh di masjid, saya bilang lebih baik bukan saya presenternya," kata Mas Adrian mengenang saat lulus casting dan ditawari pekerjaan sebagai pembawa acara IMS.

Bagi Adrian hidupnya sekarang bukan hanya perkara duniawi. Yang dikejar setiap hari bukan hanya sholat lima waktu, tetapi sholat lima waktu di masjid. Waktu ashar sampai menjelang maghrib adalah waktu favoritnya membaca buku-buku agama.

-

 Anggota KSR bersama Pudir III (3/9)


BSI dalam usianya yang ke-26 ini memiliki 40 organisasi kemahasiswaan baik berupa SEMA maupun UKM. Dan jumlah tersebut bertambah dengan telah lahirnya UKM baru yaitu Korps Sukarelawan (KSR) BSI. Setelah hampir 5 tahun meserta fit and proper test yang ketat akhirnya telah diputuskan bahwa KSR BSI telah resmi menjadi UKM dan bagian dari IKBM BSI.

Acara pengukuhan langsung dipimpin oleh Bapak H. Samsul Bahri, MM, M.Kom selaku PUDIR III BSI bidang kemahasiswaan, turut hadir pula dalam acara tersebut para koordinator kemahasiswaan, juga tak ketinggalan perwakilan dari MPM dan  BEM BSI.

Sebelum acara pengukuhan dilakukan presentasi mengenai progress dari KSR BSI, guna menilai sudah sejauh mana kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh KSR BSI selama menjadi calon UKM. Kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab atau fit and proper test guna menggali informasi-informasi seputar organisasi KSR baik dari sisi kepengurusan, program kerja, AD/ART serta rencana organisasi kedepannya. Dari hasil presentasi dan tanya jawab tersebut mayoritas yang hadir menyatakan puas dengan hasil yang dicapai, dan menyetujui bahwa KSR BSI layak untuk dijadikan sebagai UKM dan menjadi bagian dari IKBM BSI dengan syarat atau catatan tertentu.

Dengan telah dikukuhkannya KSR menjadi UKM BSI maka hak dan kewajiban sebagai bagian dari IKBM BSI melekat pada UKM KSR, secara organisasi mereka akan mendapatkan hak yang sama dengan UKM BSI lainnya baik dari segi pendanaan, pemberian fasilitas peminjaman ruangan kampus, mengadakan kegiatan-kegiatan serta pelaporan pertanggungjawaban kegiatan organisasi.


Sebagai akhir dari acara dilakukan pemberian selamat kepada para pengurus besera anggota UKM KSR BSI oleh para hadirin yang hadir. Semoga dengan pengukuhan UKM KSR ini akan menambah nuansa dan khasanah kegiatan Ormawa BSI  dan mampu berkembang sesuai tuntutan perkembangan jaman saat ini. *(Inspirasi/Slamet Heri)
- -