Select Menu

.

.

Slider

Seputar Kampus

Kontributor

Cute

My Place

SLIDE

Racing

Videos

Bina Sarana Informatika adalah salah satu perguruan tinggi akademi terbesar di Indonesia. Biaya yang terjangkau, kampus dimana-mana dan fasilitas yang memedai, menambah alasan beberapa orang tua mengkuliahkan anaknya di kampus ini. Maka dari itu tim redaksi majalahinspirasi.net merangkum beberapa fakta tentang kampus BSI.

1. Biaya Murah Tetapi Tidak Murahan

Dibandingkan dengan perguruan tinggi yang lain, kampus BSI cukup terjangkau biayanya. Hanya sekitar Rp.1.180.000 /semester atau kurang lebih Rp.300.000/bulan. Namun dengan biaya yang murah tidak membuat BSI menurunkan kualitasnya, justru kampus ini cukup terdepan dalam bidang IT atau Cyber Campus. Salah satu contohnya setiap mahasiswa diwajibkan mempunyai laptop. Sebab proses belajar mengajar melalui online, selain itu absen terintergrasi dengan server, semua bahan materi perkuliahan didownload melalui ruang mahasiswa. Yang paling keren semua ujian sudah menerapkan sistem online.



2. Kampus Sejuta Wifi

Karena semua sistem di BSI memakai sistem online, maka jangan aneh jika di BSI banyak pilihan 
wifi yang bisa kamu gunakan. Untuk sekedar  download film atau mengejarkan soal bersama.

3.Mahasiswanya Banyak

Banyaknya kampus banyak pula mahasiswanya, itulah BSI. Saat ini tercata ada 55 cabang kampus BSI yang tersebar di seluruh Indonesia. Kebanyakan masih dipulau jawa dan yang paling terjauh ada dikalimantan. Bahkan dulu satu kelas hampir diisi 100 mahasiswa. Namun melalui perarturan yang baru kini satu kelas maksimal diisi hanya sekitar 40 mahasiswa.


4. Walau Kampus Banyak Bukan "Franchise"

 Berbeda dengan perguruan tinggi lain yang mem "franchise"kan kampusnya.  Banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa ternyata 55 kampus BSI yang tersebar di seluruh Indonesia dikelola langsung oleh pusat. 55 kampus cabang tersebut dikontrol langsung oleh Direktur BSI Aji Naba Notoseputro.


5. BSI Kampusnya Obama

Masih inget iklan obama "Kuliah BSI Aja" .... gara-gara iklan tersebut masyarakat mendaulat BSI sebagai kampusnya Obama. Bukan hanya sebagai bhan candaan justru tagline kuliah BSI aja menjadi daya tarik tersendiri bgi masyakarat luas.


-
Jakarta,indonesiaberita-Akhir-akhir ini mesjid kampus BSI jatiwaringin yang berdiri didaerah jakarta timur sering didatangi maling, terbukti dari beberapa kejadian dalam dua minggu belakangan ini.

Berawal dari seorang mahasiswa BSI berinisial [A](22), setelah melaksanakan sholat mahgrib di mesjid, dengan terburu-buru ia menuju ruang receptionis kampus BSI, memberikan laporan kepada pihak administrasi kampus tentang kejadian tersebut, serta ingin meminta hasil record cctv yang berada dalam mesjid.

“belum lima menit saya tinggal sholat, laptop saya udah gak ada”,kata dia.

Tetapi dari pihak admin kampus mengatakan, kalau hasil record tersebut tidak dapat langsung dilihat, mungkin butuh waktu beberapa hari untuk melihat hasil rekaman tersebut, dengan berbagai alasan yang tidak jelas, “lagian narok laptopnya kok sembarangan, coba lapor security aja sana”, ujarnya, jumat (03/4).

Selang beberapa hari setelah kejadian tersebut, mesjid BSI jatiwaringin kedatangan maling lagi,dengan korban seorang mahasiswa yang berinisial [M](23), juga tengah melaksanakan ibadah sholat mahgrib, seusai sholat dia sudah tidak mendapatkan laptopnya berada di tempat itu lagi, “saya kesini mau ikutin seminar, eh malah kehilangan laptop”, ungkap mahasiswa dari kampus margonda tersebut,selasa (14/4).

Proses yang sama juga dia lakukan, dengan memberikan laporan pengaduan kehilangan kepada pihak kampus, tetapi pihak BSI masih memberikan respon dan jawaban yang sama seperti korban sebelumnya.

Kedua mahasiswa tersebut hanya bisa berharap kepada pihak BSI untuk lebih peduli pada kejadian-kejadian seperti ini, “yah..paling tidak, pihak BSI bisa lebih peduli dong terhadap mahasiswanya, dengan memberikan respon yang baik dan cepat”, ungkap salah seorang mahasiswa yang menjadi korban maling mesjid BSI jatiwaringin tersebut.

Meskipun pihak BSI tidak bertanggung jawab sepenuhnya, setidaknya BSI bisa lebih peduli dan menindaklanjuti lebih jauh atas kejadian ini.(tvk)
-
Jakarta – Synthesis Development, perusahaan pengembang di Indonesia yang memiliki beragam manajemen proyek terpadu bidang properti, ritel, apartemen, perumahan, superblok, kantor, dan hotel melangsungkan kompetisi foto dengan tema Living in Kemang. Kompetisi yang berlangsung 13 April – 8 Mei 2015 terbuka untuk umum dengan total hadiah senilai 15 juta rupiah.



“Kompetisi diadakan untuk memberi apresiasi dan penghargaan kepada khalayak umum yang mencintai dunia fotografi.” ungkap Fianty R Gosal Managing and Operation Director Synthesis Development. Fianty menambahkan, ajang kompetisi foto ini sekaligus sebagai apresiasi perusahaan kepada publik yang sudah memberikan dukungan dan sebagai upaya mempererat hubungan Synthesis Development dengan publik.



Kompetisi foto yang mengangkat judul besar Living in Kemang, merupakan rangkaian menyambut hadirnya Synthesis Kemang Residence, salah satu proyek pembangunan Synthesis Development yang akan hadir di Jl. Ampera Raya Kemang Jakarta Selatan. Dewan juri Living in Kemang Photo Competition terdiri dari Arbain Rambey – seorang guru dan praktisi senior fotografi Indonesia, Rahmat Koes – seorang jurnalis dan praktisi fotografi serta perwakilan dari Synthesis Development. Dua juri yang berasal dari kalangan profesional tersebut dipilih karena memiliki kompetensi sangat baik dalam dunia fotografi.



Penilaian juri melihat berbagai aspek diantaranya kualitas, tingkat kesulitan dan citra positif representasi foto tersebut. Karya foto yang masuk dan terpilih oleh juri akan dipamerkan di kantor Synthesis Residence Kemang. Informasi mengenai Living in Kemang Photo Competition selengkapnya dapat dilihat di synthesis-development.id/events/livinginkemang.
-